Malam Ini Aku Ingin Tidur Bersamamu, Ibu
Karya: Alya Fauzia Khansa Gerimis di balik jendela menjadi ucapan selamat pagi yang nyata untukku. Tak ada sedikit pun sinar mentari masuk menyelusup ke sela-sela jendela yang terbuka. Lagi-lagi ibu hanya meninggalkan jejaknya lewat jendela itu. Ia tidak pernah mau membangunkanku dari tidur nyenyak di pagi hari. Ibuku memang tidak seperti ibu-ibu yang lainnya. Rela menghabiskan suara agar anaknya bangun. Hal seperti ini menjadi rutinitas untuk ibu bukan tanpa alasan. Tiga setengah tahun yang lalu ayah meninggalkan kami. Ia pergi tanpa pamit sedikit pun. Tak ada surat yang ditinggalkan, tak ada pesan singkat yang dikirimkan melalui ponsel, tak ada kata-kata yang dikirim lewat surel. Ayah benar-benar menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kami melanjutkan hidup berdua. Semenjak kepergian ayah, ibu menjadi seseorang yang berbeda. Ia menjadi sedikit berbicara, menghindari obrolan dengan semua orang, termasuk aku anaknya. Ia hanya ke luar rumah untuk menjaga toko bunga peninggala...